Melatih Kesabaran Pada Anak – Sabar merupakan salah satu sifat baik yang penting untuk dimiliki anak demi masa depannya kelak. Kemampuan bersabar ini akan sangat berguna di kehidupannya nanti.
Anak-anak cenderung kurang mampu dalam mengendalikan emosi dan tidak bisa sabar, lebih tepatnya belum mampu bersabar. Bahkan orang dewasa pun banyak yang masih berjuang melatih kesabarannya sendiri, karenanya penting untuk menumbuhkan sifat baik pada anak dengan melatih kesabaran sejak dini.
Tips Melatih Kesabaran Pada Anak
Kesabaran adalah sesuatu yang bisa ditumbuhkan. Semakin dini orang tua melatih kesabaran pada anaknya, sifat ini akan semakin cepat tumbuh dalam diri anak. Anak yang bisa bersabar akan lebih terhindar dari perasaan frustrasi, rasa stres, dan depresi di masa mendatang. Berikut adalah beberapa tips melatih kesabaran anak, yaitu:
Mengulur Waktu
Mengulur waktu memiliki kesan yang negatif, tetapi hal tersebut bisa berubah menjadi positif ketika menjadikan mengulur waktu sebagai pengajaran kepada anak untuk menumbuhkan sifat sabar.
Sebagai contoh, ketika anak menginginkan dibuatkan susu, maka buatlah mereka untuk menunggu beberapa waktu. Katakan kepada mereka untuk menunggu, “Tunggu sebentar ya, Nak. Bunda buatkan dulu susunya.”
Biasakan anak untuk menunggu ketika menginginkan sesuatu, hal tersebut menjadi penting untuk melatih kesabaran anak. Sebab, tidak semua keinginan dapat dipenuhi dengan mudah, ada kalanya sesuatu tersebut merupakan hal yang sulit untuk didapatkan. Maka mereka haruslah bersabar.
Baca Juga: Waktu Tepat Menasehati Anak Ala Rasulullah saw.

Ajarkan Anak Untuk Mengendalikan Diri
Tantrum ialah ledakan emosi yang terjadi ketika keinginan tidak terpenuhi, biasanya terjadi pada anak-anak. Tantrum bisa disebabkan karena keterlambatan orang tua dalam memberikan pengajaran tentang sabar kepada anak. Salah satu cara agar anak bersifat sabar yaitu dengan mengajarkan bagaimana cara mengendalikan diri.
Ketika anak sedang menginginkan sesuatu, maka mereka akan berusaha merayu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Kemudian, anak mulai merengek dan menangis, atau bahkan mengamuk ketika keinginannya tersebut tidak segera terpenuhi, dengan cara seperti itulah anak meluapkan emosinya.
Oleh karena itu, mengendalikan diri menjadi penting untuk diajarkan kepada anak. Ketika anak sudah belajar bagaimana cara mengendalikan diri, maka anak akan lebih mudah diajak komunikasi dan berkompromi. Seperti halnya, ketika keinginannya tersebut tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya, maka anak akan memahami dan mau mengubah keinginannya sesuai dengan keinginan orang tuanya tersebut.
Gunakanlah kata-kata yang positif ketika mengajari anak untuk mengendalikan diri. Misalnya ketika anak sedang menangis atau merengek, maka orang tua bisa menggunakan kata-kata seperti ini, “Nak, pasti Bunda beri apa yang kamu mau, asalkan kamu memintanya dengan cara yang baik, mengerti?” Sebab, kata-kata positif tersebut akan terekam di otak anak dan mendoktrin mereka.
Membiasakan Anak Mengisi Waktu Luang Ketika Menunggu
Biasanya anak-anak mudah merasa bosan ketika menunggu. Oleh sebab itu, ajari anak untuk mengisi waktu luang ketika menunggu dengan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti menggambar, menulis, dan membaca, atau permainan-permainan yang bersifat edukatif.

Sehingga ketika bepergian untuk membawa mainan anak. kita bisa menjadikan permainan tersebut sebagai media untuk mengisi waktu luang ketika anak sedang menunggu.
membiasakan anak untuk mengisi waktu luang ketika menunggu merupakan salah satu cara untuk mengulur waktu yang baik yaitu dengan memberikan fasilitas ketika menunggu.
Membiasakan Budaya Antre Pada Anak
Di dalam kehidupan anak, mereka tidak selalu menjadi yang pertama dalam segala kegiatan. Maka dari itu, anak perlu tahu bagaimana cara antre atau menunggu giliran.
Contoh, ketika anak bermain di tempat umum, maka ajak anak untuk bergantian dengan teman yang lain, yang juga ingin menggunakan permainan tersebut. Sering-seringlah mengajak anak untuk mengantre atau bergiliran.
Sesuatu yang dilakukan secara berulang-ulang akan tersimpan di otak anak dan lama-lama anak akan terbiasa. Lambat laun, kesabaran anak pun akan terlatih. Selain melatih kesabaran, mengantre dan bergiliran juga akan membuat anak memahami dan menghargai orang-orang di sekitarnya.
Referensi
Amida, Yuni Ayu. 14 Oktober 2018. 5 Cara Mengajarkan Anak Bersabar. Diakses di https://www.haibunda.com/parenting/20181014172036-62-27601/5-cara-mengajarkan-anak-bersabar pada tanggal 1 Maret 2022.
Anisya, Ninda. 15 November 2021. 5 Tips Melatih Kesabaran Anak dengan Tepat Sejak Dini. Diakses di https://www.popmama.com/kid/4-5-years-old/ninda/tips-melatih-kesabaran-anak-dengan-tepat pada tanggal 1 Maret 2022.
Nadifah, Umi. Guru Paud. 08 September 2020. Cara Mudah Mendidik Anak Agar Sabar, Begini Caranya. [Video]. Diakses di https://youtu.be/DkX0laf1lvE pada tanggal 1 Maret 2022.
Rania, Darin. Tips dan Trik Melatih Kesabaran Anak Tanpa Emosi. Diakses di https://www.ibupedia.com/artikel/balita/tips-dan-trik-melatih-kesabaran-anak-tanpa-emosi pada tanggal 1 Maret 2022.