Mengajari Anak Adab Makan – Nabi Muhammmad saw. sering mendampingi anak-anak saat makan, beliau juga memperhatikan bagaimana cara anak makan sekaligus mengajari anak adab makan yang baik dan benar.
Umar bin Abu Salamah bercerita, “Ketika masih kecil, aku berada di pangkuan Rasulullah dan tanganku menjalar ke mana-mana di atas nampan. Rasulullah bersabda kepadaku, ‘Hai bocah, sebutlah nama Allah (berdoa), makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah makanan yang ada di dekatmu.’ Maka senantiasa seperti itulah cara makanku sesudahnya.”
Abu Hurairah menuturkan bahwa Al-Hasan bin Ali telah memungut buah dari tumpukan buah kurma sedekah, kemudian langsung memasukkan ke dalam mulutnya. Rasulullah saw. bersabda, “Ukh … ukh … keluarkan kembali kurma itu! Tidakkah engkau tahu bahwa kita tidak boleh makan hasil sedekah?”
Mengapa Adab Makan Perlu Diperhatikan?
Makan merupakan salah satu cara manusia agar bisa bertahan hidup. Tetapi jika manusia tidak bisa mengendalikannya, seperti berlebih-lebihan saat makan, maka kegiatan makan bukan lagi sekedar kegiatan biologis, tetapi bisa berubah menjadi musibah bagi manusia.
Seperti halnya makan makanan yang tidak sehat, maka akan menimbulkan penyakit. Kekurangan atau kelebihan makan juga bisa menjadi penyakit. Makan sesuatu tidak benar pun membuat manusia mudah sakit.
Oleh karena itu, kita harus tahu adab-adab makan yang baik dan benar, sehingga kita bisa menjadikan kegiatan makan sebagai salah satu cara beribadah.

Cara Ajari Anak Adab Makan yang Baik dan Benar
Mengajari anak cara makan, sebaiknya diajarkan sejak anak masih kecil. Beberapa cara beriku yang bisa dilakukan dalam mengajari anak anak tentang adab makan yang baik dan benar, yaitu:
1. Tidak Membiasakan Anak-anak untuk Jajan
Jajan merupakan salah satu bentuk kesenangan anak, sesekali boleh dilakukan, tetapi jika rutin dilakukan maka hal tersebut bisa menjadi kebiasaan. Jika anak-anak sudah terbiasa jajan, maka tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan tersebut ketika dewasa nanti.
Ketika beranjak dewasa kegiatan jajan bisa berubah menjadi kegiatan lain seperti belanja, belanja, dan belanja.
Menghilangkan kata jajan merupakan salah satu cara untuk tidak berlebih-lebihan soal makan. Ajarkan anak makan sesuai kebutuhan, makanlah secukupnya. Bolehlah sesekali bersenang-senang dengan snack dan jajan, itu pun harus orang tua yang memberikan, anak tidak boleh dibiasakan untuk membeli jajan sendiri.
2. Tidak Membiarkan Anak-anak Makan Sendirian
Banyak manfaat yang didapat ketika mendampingi anak makan, salah satunya adalah sebagai peluang dalam membimbing anak-anak. Ketika makan bersama atau pada saat mendampingi anak makan bisa dijadikan sebagai momen untuk bercengkerama dan berbicara dengan mereka.
Tempat makan adalah salah satu tempat yang paling mudah untuk menciptakan ruang kebersamaan, saling bercengkerama satu sama lain.
3. Ajari Anak Tentang Adab Makan
Kita perlu mengajarkan kepada anak bahwa makan adalah salah satu kegiatan ibadah, bukan sekedar untuk menyalurkan nafsu serakah. Dalam persoalan makan, ada berbagai adab yang diajarkan oleh Rasulullah yang bisa kita teladani dan ajarkan kepada anak-anak. Adab-adab tersebut, yaitu:
1. Ambil makanan dengan tangan kanan. Jika kita tangan kiri boleh digunakan seperti untuk menulis memegang sesuatu dan lain-lain tetapi untuk kegiatan makan diharuskan menggunakan tangan kanan.
2. Saat mengambil makan ucaplah Bismillah. Setelah selesai makan ucapkan alhamdulillah.
3. Mengambil makanan yang dekat. Bukan yang jauh. Dan mengecilkan suapan nabi bersabda makanlah makanan yang ada di dekatmu.
4. Tidak terburu-buru mengambil makanan. Dahulukanlah orang tua.
5. Tidak tergesa-gesa menelan makanan agar kita dapat mengunyah nya dengan baik
6. Tidak berturut-turut dalam menyuap makanan.
7. Tidak mencela makanan. Jika tidak menyukai makanan yang disajikan maka jangan mencaci, cukuplah ditinggalkan.
Referensi
Abah Ihsan. 2020. Aku Umat Rasulullah Karena Itu Aku Memperhatikan Anak Makan. Disiarkan di https://parentingrasulullah.com