Setiap oraang muslim ditekankan untuk memperbanyak membaca Al-Quran pada bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt., mengharap ridha-Nya, memperoleh keutamaan dan pahala-Nya.
Bersungguh-sungguhlah saat mempelajari Al-Quran dan niati membacanya ikhlas untuk Allah swt, agar mendapatkan apa yang dijanjikan Allah bagi para ahli Al-Quran berupa keutamaan yang besar, pahala yang banyak, derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi.
Keutamaan dan Keistimewaan Al-Quran
Al-Quran merupakan mukjizat Nabi Muhammad saw. yang paling agung dan akan terus ada hingga akhir zaman. Keberkahannya terus mengalir dan tak akan pernah terputus. Keberkahan Al-Quran tercantum dalam riwayat-riwayat yang mengabarkan akan keutamaan dan keistimewaannya. Riwayat tersebut di antaranya yaitu:
“Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula)Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Ma’idah: 15-16).
Dari An-Nawwas bin Sam’an Ra. mengatakan: Aku mendengar Rasul saw. bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR. Muslim dari Abu Umamah).
Dari Ibnu Mas’ud Ra. mengatakan: Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)
‘Abdullah bin ‘Amr Ra. meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Puasa dan Al-Quran akan datang pada hari kiamat untuk mensyafaati hamba. Puasa berkata: ‘Wahai Rabb-ku, aku telah mencegahnya dari makanan dan minuman di siang hari, oleh karena itu izinkanlah aku memberinya syafaat.’ Al-Quran berkata: ‘Wahai Rabb-ku, aku telah mencegahnya tidur malam, oleh sebab itu berilah aku izin untuk memberinya syafaat.’ Maka keduanya pun memberi syafaat.” (HR Ahmad, Ibnu Abid Dun-ya, Ath-Thabrani, dan Al-Hakim)
Al-Quran akan bermanfaat bagi pembacanya jika disertai dengan renungan dan memahami maknanya, perintah-perintahnya dan larangan-larangannya. Jika ia menjumpai ayat yang memerintahkan sesuatu maka ia pun mematuhi dan menjalankannya, atau saat menjumpai ayat yang melarang sesuatu maka ia pun meninggalkan dan menjauhinya. Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagi orang yang merenungkan dan mengamalkannya.
Baca Juga: Puasa Itu Mendatangkan Ketentraman Hati
Ramadhan Bulan Qur’ani
Nabi Muhammad saw. selalu di datangi malaikat Jibril As. di setiap Ramadhan untuk mengajarinya Al-Quran. Malaikat Jibril mengkhususkan bulan Ramadhan sebagai waktu yang istimewa sehingga ia pantas menjadi waktu tadarus Al-Quran.
Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas Ra., beliau menceritakan: “Adalah Nabi saw. merupakan sosok yang paling dermawan. Terlebih lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menjumpainya untuk mengajarinya Al-Quran. Jibril menemui beliau di setiap malam Ramadhan untuk mengajarinya Al-Quran. Maka ketika Jibril menjumpainya, beliau adalah orang yang paling dermawan, lebih dari angin yang bertiup.”
Ibnu Rajab menuturkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas bahwa tadarus yang berlangsung antara beliau (Nabi saw.) dan Jibril di malam hari menunjukkan sunahnya memperbanyak membaca Al-Quran malam hari di bulan Ramadhan. Sebab, di malam hari sudah tidak ada lagi kesibukan, semangat menguat, hati dan lisan akan saling bersepakat untuk tadabur, berdasarkan firman Allah, “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS Al-Muzammil: 6)
Tradisi membaca Al-Quran di bulan Ramadhan juga dilestarikan oleh paran ulama salaf. Qatadah memiliki tradisi mengkhatamkan Al-Quran setiap tujuh hari, tapi kalau bulan Ramadhan mengkhatamkan Al-Quran setiap tiga hari dan pada sepuluh terakhir Ramadhan mengkhatamkan Al-Quran setiap malam. Imam Syafii mengkhatamkan Al-Quran enam puluh kali selama bulan Ramadhan, yang semua itu dibaca saat menunaikan shalat. Imam Malik menghentikan baca hadis dan mengajar kitab selama bulan Ramadhan untuk membaca Al-Quran.
Membaca Al-Quran memiliki banyak keutamaan-keutamaan dan membaca Al-Quran juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Semoga Allah swt. memberikan kita kekuatan untuk bisa memanfaatkan bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya dalam beribadah kepada Allah seiring berkurangnya jatah hidup di dunia.
Referensi
Hidayat, Firman. Ramadhan Bulan Al-Quran. Islamhouse.com, 2014.
Nafis, Cholil. Menyingkap Tabir Puasa Ramadhan. Jakarta: Mita Abadi Press, 2015.
Rusdiana, Ahmad. Dkk. Risalah Ramadhan: Mengharap Maghfirah Menuju Mardhatillah. Bandung: Pustaka Tresna Bhakti, 2020.



1 Comment
Pingback: Amalan Khusus Rasulullah Saw. di 10 Hari Terakhir Ramadhan