5 Hal yang Harus Dihindari Ketika Puasa– Bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi kita untuk meluruskan hati dan menjauhkan diri dari berbagai macam kemaksiatan. Maka bukanlah inti dari puasa itu sekedar mencegah makan dan minum, namun hati kita tidak berpuasa dari hasad dan kebencian kepada sesama hamba Allah. Atau lisan tidak berpuasa dari ghibah, namimah, kecurangan, kedustaan, mencela dan memaki. Karena jika demikian keadaannya, maka mengurangi esensi dari puasa itu sendiri dan yang didapat hanyalah menahan lapar dan haus saja.
Dalam hadits disebutkan: “Betapa banyak orang yang puasa, yang ia dapatkan dari puasanya hanya lapar dan haus. Dan betapa banyak orang yang shalat malam, yang ia dapatkan dari shalatnya hanyalah begadang.” (HR. Ahmad)
Puasa memiliki banyak adab di mana ia tidak sempurna kecuali dengan mengerjakannya dan tidak juga lengkap kecuali dengan menjalankannya. Hal- hal yang harus dihindari oleh orang berpuasa menurut Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thayyar yaitu meliputi:
1. Menghindari Kedustaan
Kedustaan termasuk amal yang haram dilakukan kapan pun itu waktunya, terlebih lagi pada waktu puasa itu jelas lebih diharamkan. Rasulullah saw. telah bersabda: “…Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena dusta itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu menggiring ke Neraka. Dan seseorang itu masih akan terus berdusta dan terus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”(HR. Bukhari dan Muslim.)
Baca Juga: Keutamaan-Keutamaan Puasa Ramadhan
2. Menghindari Ghibah
Ghibah yaitu seorang muslim menyebutkan apa-apa yang tidak disukai dari saudaranya ketika saudaranya itu sedang tidak bersamanya, baik yang disebutkannya itu apa yang tidak disukai dari penampilan atau akhlaknya, maupun yang disebutkannya itu memang benar adanya maupun tidak. Allah swt. berfirman: “Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya…” (QS.al-Hujuraat [49]: 12).
Adakah gambaran yang lebih buruk dari gambaran ini, di mana seseorang memakan daging orang yang sudah menjadi mayat? Sesungguhnya yang buta bukanlah mata tetapi hati yang ada di dalam dada. Dan ghibah itu dilarang dilakukan kapan-pun, dan bagi orang yang sedang berpuasa, ghibah lebih dilarang sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu.
3. Menghindari Namimah
Namimah atau mengadu domba yaitu tindakan seorang muslim menyampaikan ungkapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan untuk merusak hubungan antara keduanya. Perbuatan ini termasuk perbuatan dosa besar, karena ia dapat merusak individu dan juga masyarakat. Allah swt. berfirman:
“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah.” (QS. al-Qalam [68]: 10-11).
Sedang Rasulullah saw. juga bersabda: “Tidak akan masuk Surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Al-Bukhari Muslim)
4. Menghindari Tipu Muslihat dan Kecurangan
Orang muslim tidak diperkenankan melakukan tipu muslihat ataupun kecurangan dalam segala bentuk mu’amalah, baik itu jual beli, sewa-menyewa, maupun produksi, serta dalam semua selebaran dan pemberitaan. Sebab, tipu muslihat itu termasuk perbuatan dosa besar, karena ia merupakan penipuan sekaligus penanaman benih fitnah dan perpecahan. Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa menipu kami berarti dia bukan dari golongan kami.” (HR. Muslim)
5. Menghindari Kesaksian Palsu
Kesaksian palsu itu termasuk perbuatan yang bertentangan dengan puasa. Rasulullah saw. telah bersabda, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra.: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak memiliki kepentingan pada tindakannya meninggalkan makanan dan minumannya.”(HR. Bukhari)


