Tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan impulsif dengan membeli sesuatu yang menarik perhatian atau sesuatu yang lucu. Mereka membeli dengan tanpa berpikir panjang yang pada akhirnya barang tersebut hanya menumpuk di sudut ruangan.
Yuk kenali Teory Buyerarchy of Needs ini! dari teori tersebut akan diketahui beberapa hal penting yang perlu diketahui dan hal-hal yang perlu dipikirkan terlebih dahulu sebelum membeli barang-barang baru. Mulai dari kegunaan barang tersebut hingga manfaatnya.
Kategori Buyerarchy of Needs
Teori ini diperkenalkan oleh seorang ilustrator Kanada, Sarah Lazarovic yang menempatkan “membeli” sebagai pilihan terakhir setelah berbagai tahap lainnya dicoba. Tahap-tahap sebelum membeli yaitu:
1. Menggunakan apa yang dimiliki (Use what you have)
Manfaatkan dengan baik apa yang sudah dimiliki, berhenti berpikir untuk memiliki sesuatu atas dasar keinginan semata. Padahal barang tersebut sudah kita miliki dan masih bisa dipergunakan dengan baik. Selain lebih hemat, hal tersebut juga penting untuk menjaga barang-barang yang sudah kita miliki supaya tetap dalam keadaan baik.
2. Meminjam (Borrow)
Urutan kedua yaitu dengan meminjam barang untuk sementara dan kemudian mengembalikannya. Pertimbangkan apakah ada tempat atau orang yang bisa kita pinjami barang tersebut. Seperti halnya perpustakaan untuk meminjam buku, atau tempat untuk menyewa film, musik, dan perlengkapan atau peralatan. Jika tidak ada tempat untuk meminjam, bisa meminjam kepada teman atau keluarga yang mungkin memiliki barang atau sesuatu yang sedang kita butuhkan, daripada menghabiskan uang untuk membeli barang yang digunakan dengan tujuan terbatas.
3. Menukar (Swap)
Selain meminjam, kita juga bisa menukar barang yang sudah tidak kita perlukan dengan barang milik orang lain yang mungkin akan kita butuhkan ke depannya. Carilah seseorang yang bersedia menukarkan barangnya dengan barang yang kita miliki. Misalnya saja kita sudah selesai membaca satu buku, kita bisa menukarkan buku tersebut dengan milik teman atau orang lain yang bersedia menukarkan bukunya dengan milik kita.
Jadi, kita tidak perlu membeli buku baru lagi untuk mendapatkan variasi bacaan, cukup menukarkan buku yang kita miliki dengan buku milik orang lain. Hal tersebut akan membantu menghemat pengeluaran kita.
4. Penghematan (Thrift)
Penghematan termasuk bentuk pembelian, tetapi dengan biaya lebih rendah. Ada dua macam pembelian ketika berbelanja yaitu membeli untuk diri sendiri atau membeli untuk dijual kembali. Penghematan juga bisa dilakukan dengan membeli sesuatu di toko barang bekas yang sering kali menawarkan pilihan pakaian, peralatan dapur, dan furnitur berkualitas baik. Beberapa bagian mungkin terdapat cacat dan memerlukan sedikit perbaikan, tetapi bisa lebih murah dalam jangka panjang.
Kuncinya adalah fokus pada apa yang dibutuhkan, bukan apa yang diinginkan. Opsi kedua, menjual adalah cara untuk mendapat sedikit pemasukan dari barang bekas yang sudah tak terpakai.
5. Membuat (Make)
Membuat suatu barang terkadang akan memakan biaya yang lebih mahal daripada membeli barang yang sudah jadi, tetapi bisa juga menghabiskan biaya yang lebih sedikit. Hal itu tergantung dari bagaimana cara kita membuat barang tersebut, jika bahan yang digunakan adalah barang yang tidak terpakai seperti kaos atau sweter yang didaur ulang menjadi tas jinjing atau yang lainnya, maka biayanya otomatis akan lebih murah.
Begitu pula dengan makanan, memasak atau membuat makanan sendiri jauh lebih hemat daripada membeli makanan di luar meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dan makanannya lebih sehat dan terjamin kebersihannya. Pembuatan juga berlaku untuk dekorasi pesta, hadiah, kartu, dan produk lain yang mungkin telah dipilih untuk dibeli sebelumnya.
6. Membeli (Buy)
Setelah melewati beberapa tahap dari Buyerarchy of Needs, mungkin sudah waktunya untuk sampai pada tahap membeli. Namun, ada beberapa cara masih bijak pada saat akan berbelanja. Buatlah daftar barang yang akan dibeli sebelum pergi ke tempat belanja. Lakukan tawar menawar untuk mendapatkan harga yang terbaik. Jangan membeli barang atas dasar keinginan semata, padahal barang tersebut tidak dibutuhkan.
Referensi:
Ismiranda, Mila. 2020. Jangan Keburu Impulsif membeli Sesuatu, Pahami Dulu Nih Teori Buyerarchy yang Bikin Kamu lebih Hemat. Diakses di https://www.diadona.id/moneytalk/jangan-keburu-impulsif-membeli-sesuatu-pahami-dulu-nih-teori-buyerarchy-yang-bikin-kamu-lebih-hemat-.html pada 08 Juni 2022.
Hidup Tanpa Sampah. 2020. Mengenal Teori Buyerarchy of Needs, Hirarki Keinginan Sebelum Membeli. Diakses di http://www.hiduptanpasampah.com/mengenal-teori-buyerarchy-of-needs-hirarki-keinginan-sebelum-membeli/ pada 08 Juni 2022.
Riveto, Laurie. 2015. Buyerarchy of Needs: Using What You Have, Borrowing, and Swapping. Diakses di https://www.canr.msu.edu/news/buyerarchy_of_needs_using_what_you_have_borrowing_and_swapping pada 08 Juni 2022.
Riveto, laurie. 2015. Thrift, Make and Buy: The Top Levels of the Buyerarchy of Needs. Diakses di https://www-canr-msu-edu.translate.goog/news/thrift_make_and_buy_the_top_levels_of_the_buyerarchy_of_needs?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=op,sc pada 08 Juni 2022.


