Dalam upaya memenuhi kebutuhan zat gizi selama sehari dianjurkan agar anak makan secara teratur 3 kali sehari dimulai dengan sarapan atau makan pagi, makan siang dan makan malam.
Kebutuhan zat gizi anak meningkat karena masih berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya pun semakin meningkat. Oleh karena itu jumlah dan variasi makanan harus mendapatkan perhatian secara khusus dari ibu atau pengasuh anak, terutama dalam memenangkan pilihan anak agar memilih makanan yang bergizi seimbang.
Tips memenuhi kebutuhan nutrisi pada anak saat puasa Ramadhan
Saat berpuasa, anak-anak tidak bisa makan seperti hari-hari biasanya, sehingga asupan yang masuk ke tubuhnya perlu diatur dengan baik supaya anak tidak kekurangan nutrisi. Pemenuhan kebutuhan nustrisi anak bisa dilakukan pada saat penyajian makanan sahur dan berbuka, yaitu dengan memberikan makanan yang penuh nutrisi, seperti karbohidrat, protein, lemak nabati, vitamin, dan mineral harus dipenuhi supaya anak tetap kuat saat berpuasa.
1. Jangan Lewatkan Makan Sahur
sahur menjadi kunci untuk memenuhi gizi anak saat berpuasa titik tidak melewatkan sahur merupakan salah satu cara memenuhi kebutuhan fisik anak saat puasa titik di bulan puasa, sahur sama pentingnya dengan sarapan. Tubuh akan mendapatkan pasokan bahan bakar yang dibutuhkan sebagai bekal seharian.

Sebagian anak yang masih belajar puasa biasanya sulit untuk bangun sahur. Namun, mereka bersikeras memaksa melanjutkan puasa karena merasa kuat menahan lapar dan haus. Kita bisa tetap memperbolehkan anak berpuasa, meski tidak sahur. Tetapi, Bunda tetap harus memberikan pengertian tentang pentingnya sahur bagi anak.
Sahur adalah kegiatan untuk melatih agar puasa lebih nyaman dan energinya cukup, meski kita tetap beraktivitas. Tapi kalau tidak bisa sahur karena kesiangan, tetap boleh puasa yang penting niat dalam hati.
2. Sediakan Makanan Padat Gizi
Pada saat anak saat berpuasa, siapkanlah makanan yang dikonsumsi anak memiliki kandungan padat gizi, seperti karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein zat pembangun tubuh, lemak sebagai sumber energi, serta vitamin dan mineral untuk menjaga agar fungsi organ berjalan maksimal.
Sumber karbohidrat bukan hanya berasal dari nasi, tapi bisa dari kentang, ubi, singkong, atau pasta. Sumber protein biasanya juga mengandung lemak, contohnya daging. Perbandingan karbohidrat dan protein yang baik dikonsumsi yaitu 2:1.
Karbohidrat akan lebih cepat hilang di lambung, sedangkan protein dan lemak ini lebih lama mengisi lambung. Pada akhirnya, ini yang digunakan sebagai sumber untuk membentuk gula.
Jangan lupa untuk memberikan segelas susu saat sahur pada anak. Susu sapi akan membantu memberikan energi agar anak kuat berpuasa dan juga dapat menunjang tumbuh kembangnya. Pilihlah susu yang mengandung kalsium zat besi dan zinc titik-titik karena ketika nutrisi tersebut memiliki manfaatnya masing-masing. Jika anak memiliki alergi susu sapi, Bunda dapat menggantinya dengan susu kedeli atau alternatif lain.
3. Siapkan Makanan Kesukaan Anak
Cara memenuhi gizi anak saat berpuasa berikutnya adalah dengan menyiapkan menu berbuka atau sahur dengan menu yang disukainya. namun, Bunda juga tetap harus memikirkan kandungan gizi pada makanan sehat kesukaan anak agar dia dapat tetap kuat berpuasa.

Biasanya, anak memiliki makanan kesukaan atau ada makanan yang diinginkannya saat sahur. Setiap anak keinginan yang berbeda, termasuk dalam memilih menu makanan sahur. Tanyakan makanan yang diinginkan anak untuk menu sahur. Jangan paksa anak mengikuti menu orang tuanya bila dia menolak.
4. Pastikan Keadaan Anak Sehat
Bagi orang tua penting untuk selalu memperhatikan kondisi anak, apakah mereka dalam keadaan sehat atau tidak. Jika anak baru belajar berpuasa, biasanya ia akan terlihat lemas dan tak bergairah. Hal ini bisa menandakan anak kekurangan nutrisi atau cairan yang mengakibatkan dehidrasi.
Jangan paksakan anak untuk tetap berpuasa, jika anak mengalami tanda-tanda gula darah rendah (hipoglikemia) seperti:
- Penglihatan kabur
- Nyeri kepala
- Lelah
- Gemetar
- Pucat
- Keringat dingin
Bisa juga anak mengalami tanda-tanda dehidrasi seperti:
- Lemas
- Tidak buang air kecil selama 6 jam
- Mata cekung
- Bibir sangat kering
- Demam atau subfebris (sumeng).
Jika anak Anda mengalami tanda-tanda seperti itu, sebaiknya segera berbuka puasa dengan makan makanan yang tepat. Jika sudah mengalami dehidrasi yang parah, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Referensi
Annisa Karnesyia. 5 Tips Memenuhi Nutrisi Anak Puasa dari Makan Sahur. Diakses di https://www.haibunda.com/parenting/20210403154759-59-203180/5-tips-memenuhi-nutrisi-anak-puasa-dari-makan-sahur pada 04 April 2022.
Madu 369 – spesialis anak susah makan. 5 Cara Memenuhi Gizi Anak Saat Berpuasa Ramadhan | Pemenuhan Gizi Anak Saat Puasa. [Video]. https://youtu.be/WYejGWspGJg diakses pada 04 April 2022.
Mayapadahospital.com. yang Perlu Diperhatikan Bila Anak Berpuasa. Diakses di https://mayapadahospital.com/news/yang-perlu-diperhatikan-bila-anak-berpuasa diakses pada 04 April 2022.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang.