Pola Tidur Sehat Anak -Tidur merupakan salah satu hal mendasar yang diperlukan manusia untuk bertahan hidup seperti halnya makan dan minum. Tidur adalah suatu keadaan di mana kesadaran seseorang akan sesuatu menjadi turun, namun aktivitas otak tetap memainkan perannya dalam mengatur kinerja fungsi tubuh.

Beberapa teori tentang tidur yaitu, bahwa selama tidur otak memperbaiki diri, mengembalikan tingkat energi, memperbaiki sel yang rusak, dan  menumbuhkan koneksi otak. Tidur juga mengonsolidasi hal yang baru dipelajari dalam ingatan jangka panjang. Tidur juga berkaitan dengan aturan proses metabolisme yang berkaitan dengan kegemukan. Tidur yang sehat berpengaruh terhadap kewaspadaan sehari-hari dan mengurangi risiko kecelakaan.

Pada masa sekarang ini, anak-anak memiliki kebiasaan menolak untuk tidur sesuai dengan pola yang benar. Hal ini dikarenakan anak-anak difasilitasi untuk bermain, memegang gadget, dan menonton televisi hingga larut.

Menurut laporan survei National Sleep Foundation, anak-anak prasekolah memiliki waktu tidur rata-rata 4 jam lebih sedikit dari yang seharusnya. Lebih jauh lagi, 18-21 persen anak berusia sekolah dilaporkan menderita kelelahan di siang hari, dan 63-87 persen remaja menyatakan mereka tidak mendapat tidur yang cukup sesuai dengan kebutuhan.

Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan orang tua akan waktu tidur dan kebutuhan tidur yang benar pada anak. Banyak dari orang tua yang memiliki pemahaman bahwa kebutuhan tidur anak-anak sama dengan tidur orang dewasa yaitu 7 jam sehari. Padahal, anak-anak usia sekolah membutuhkan sedikitnya 10 jam sehari. Anak-anak terlebih lagi pada usia sekolah, sangat membutuhkan tidur yang berkualitas agar dapat beraktivitas dan belajar dengan baik.

Baca Juga: Sebuah Tips: Menumbuhkan Kecintaan Anak Kepada Buku

Tips Mengenai Pola Tidur Sehat untuk Anak

Pentingnya Kualitas Tidur yang Baik

Tidur memiliki banyak manfaat untuk tubuh, karena pada saat tidur tubuh melakukan beberapa proses di antaranya yaitu penyimpanan energi, proses restorasi atau pemulihan kembali bagian-bagian tubuh yang lelah,  membersihkan racun dari tubuh, dan memproduksi hormon yang baik untuk kesehatan karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Selain itu, tidur dengan kualitas yang baik bagus untuk kinerja otak dalam proses belajar, juga baik untuk menyimpan dan memproses memori.

Oleh karena itu, memiliki tidur dengan kualitas yang baik menjadi penting bagi tubuh dan kelangsungan hidup. Begitu pun anak-anak, mereka membutuhkan tidur yang cukup untuk mengoptimalkan perkembangan emosi dan ketrampilan kognitif.

Membantu anak dalam membangun pola tidur yang sehat merupakan salah satu tugas orang tua. Kualitas tidur anak dapat dipengaruhi dari kehangatan, kestabilan dan keharmonisan keluarga. Pola tidur yang buruk dapat dipengaruhi karena kurangnya perhatian, kewaspadaan, dan kenangan buruk yang pernah dialami oleh anak. Kurang tidur pada anak-anak tidak hanya menyebabkan penurunan pada kinerja dan pertumbuhan otak tapi juga mental. Anak-anak yang kurang tidur sering kali menjadi pemarah, sulit berkonsentrasi, hiperaktif, dan impulsif.

Pola Tidur Sehat Anak

Waktu Tidur yang Ideal

Pada kenyataannya kebutuhan tidur manusia berkurang sesuai dengan bertambahnya umur. Siegel mengatakan bahwa kualitas tidur akan terus menurun seiring bertambahnya umur sehubungan dengan tingkat kedewasaan dan perkembangan otak. Karena itulah anak-anak membutuhkan lebih banyak tidur daripada orang dewasa. Berikut adalah waktu tidur yang ideal bagi anak-anak sesuai dengan usianya.

  1. Bayi dalam rentang usia 0-2 bulan umumnya membutuhkan waktu tidur kisaran 14-18 jam setiap harinya.
  2. Bayi usia 1-18 bulan membutuhkan wakru tidur 12-14 jam setiap hari, sudah termasuk dengan tidur siang. Tidur menjadi masa kehidupan mereka, karena tubuh dan otak bayi akan tumbuh dengan normal atau baik jika bayi tersebut memiliki waktu tidur yang cukup.
  3. Anak usia18 bulan sampai 3 tahun sekiranya membutuhkan waktu tidur dalam jangka waktu 11-12 jam per hari.
  4. Anak usia 3-6 tahun membutuhkan waktu tidur yang cukup yaitu sekitar 11- 13 jam, sudah termasuk tidur siang. Kurang tidur pada anak dengan usia kurang dari 6 tahun cenderung obesitas di kemudian hari.
  5. Anak usia 6-12 tahun merupakan usia sekolah, sehingga anak membutuhkan waktu tidur selama 10 jam dalam sehari. Anak dengan waktu tidur yang kurang dapat menyebabkan mereka menjadi hiperaktif, tidak konsentrasi belajar, dan memiliki masalah perilaku di sekolah.
  6. 12-18 tahun, kebutuhan tidur yang harus dipenuhi yaitu 8-9 jam. Remaja yang kurang tidur lebih rentan terkena depresi, tidak fokus, dan mendapat nilai sekolah yang buruk.

Anak-anak bisa memenuhi kebutuhan istirahatnya dari tidur siang, tidur di malam hari, bahkan saat sekadar santai di sela-sela aktivitas. Waktu tidur siang ideal yaitu sekitar 2-3 jam yang disesuaikan dengan jam tidur di malam hari supaya pola tidurnya tidak terganggu.

Sumber:
Brooks, Jane. 2011. The Process of Parenting. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dhamayanti, Meita. Dkk. 2019. “Hubungan Kualitas Tidur dan Masalah Mental Emosional pada Remaja Sekolah Menengah”. Sari Pediatri. Vol. 20, No. 5
p2ptm.kemkes

1 Comment

  1. Pingback: Melatih Anak Berpuasa

Write A Comment