Melatih Anak Berpuasa – Sudah menjadi kewajiban tanggung jawab orang tua untuk mengajarkan dan membimbing anak-anak mereka dalam hal beribadah terutama ibadah yang wajib. Salah satu ibadah wajib yang harus dibiasakan pada anak-anak yaitu berpuasa.

Parenting Rasulullah - Melatih Anak Berpuasa
Parenting Rasulullah

Rabi binti Mu’awwid Ra. dia berkata: “Rasulullah saw. mengirim utusannya pada siang hari Asyura (10 Muharam) ke desa-desa kaum Anshar di sekitar Madinah untuk mengumumkan, ‘Barang siapa telah berpuasa sejak pagi hari, hendaklah dia menyempurnakan puasanya. Barang siapa yang pagi harinya berbuka, maka hendaknya puasa pada sisa harinya.’ Maka setelah itu kita berpuasa, dan kami membiasakan anak-anak kecil kami untuk berpuasa insya Allah. Kami pergi ke masjid, lalu kami buatkan untuk mereka (anak-anak) mainan dari kapas yang berwarna. Kalau salah satu di antara mereka menangis karena (kelaparan). Kami berikan kepadanya (mainan tersebut) sampai berbuka puasa.”

Sebenarnya, bagi anak kecil puasa bukanlah suatu kewajiban, tetapi hal tersebut bukan berarti menjadi alasan bagi orang tua untuk membiarkan anak-anaknya tidak berpuasa. Sebaiknya, anak-anak dilatih puasa sejak dini, supaya ketika dewasa nanti mereka sudah memiliki kemampuan untuk berpuasa.

Puasa bagi anak-anak merupakan media pembersih dan latihan ketahanan fisik dan mental anak menjadi lebih baik. Rasulullah saw. Bersabda: “Sesungguhnya puasa itu laksana sebuah banteng yang kokoh.” yang dimaksud dengan banteng kokoh adalah pencegah dari segala perbuatan dosa.

Puasa harus diperkenalkan kepada anak sejak dini. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan latihan kepada mereka untuk membiasakan berpuasa, dimulai dari bangun untuk sahur, ikut berbuka, tarawih, dan lain-lain.

Melatih anak berpuasa sejak usia dini merupakan salah satu metode yang dinilai ampuh untuk mencapai puasa anak menjadi sempurna jika telah mencapai usia untuk wajib berpuasa

BACA JUGA: Pola Tidur Sehat Anak

Berikut ini Tips Melatih Anak Berpuasa:

1. Menjadi Contoh yang Baik

Sebaik-baiknya pendidikan yaitu yang dicontohkan dengan baik. Dalam hal ini, orang tua perlu membangun suasana Ramadhan di dalam rumah. Berikan contoh yang baik tentang kewajiban berpuasa dan beribadah lainnya, seperti shalat lima waktu, membaca alquran dan lain-lain.

Sebab, akan menjadi percuma ketika orang tua hanya mengajarkannya saja tanpa memberikan contoh, atau bahkan mereka sendiri tidak mengamalkannya.

2. Lakukan secara bertahap

Anak-anak bisa mulai puasa dengan ukuran 1, 2, 3 jam atau setengah hari kemudian berbuka. Tambahi waktunya sedikit demi sedikit supaya mereka terbiasa menahan rasa lapar dan haus

3. Jangan memaksa

Ketika anak-anak merasa sudah tidak kuat melanjutkan puasa, maka jangan dipaksa untuk menyempurnakannya. Jika dipaksakan, hal tersebut bisa menimbulkan rasa benci anak-anak untuk beribadah puasa, sebab mereka akan merasa dipaksa dan merasa tersiksa.

Janganlah terlalu keras dalam memerintahkan anak berpuasa.

4. Berikan pujian

Sanjunglah anak ketika mereka berani berpuasa. Pujian ini bisa diberikan ketika berbuka atau ketika makan sahur, sepeti, “Wah, anak ibu hebat! Sudah mampu puasa meski setengah hari. Mudah-mudahan besok Allah memberi kamu kekuatan bisa puasa lagi dan melebihi hari ini.”

Pujian-pujian kecil yang diberikan kepada anak tersebut dapat meningkatkan semangat spiritual mereka.

5. Memberi imbalan kepada mereka

Memberikan hadiah kepada anak akan membuat mereka memandang puasa dengan positif. Mereka akan merasa bahagia ketika menjalani puasa karena ada hadiah yang menantinya.

Sebaiknya, imbalan diberikan kepada mereka di akhir, tanpa memberitahukan apa isi dari imbalan tersebut. Kemudian, saat memberikan hadiah, tekankan juga bahwa hadiah tersebut adalah rezeki dari Allah Swt.

Melatih anak untuk mengawali puasa memerlukan sikap lemah lembut ketika membujuk serta memotivasi mereka. Akan tetapi, jika anak merasa tidak sanggup, atau hanya puasa separuh waktu, maka jangan dipaksa, yang penting anak sudah menunjukkan itikad baiknya untuk mencoba menjalankan ibadah puasa sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Referensi
Hayati. “Metode Melatih Anak Berpuasa Bagi Pemula”. Serambi Tarbawi: Jurnal Pemikiran, Riset, dan Pengembangan Pendidikan Islam. Volume 5. Nomor 1. Januari 2016.
Tuasikal, Muhammad Abduh. Materi Parenting: Fikih Puasa Untuk Anak. Yogyakarta: Penerbit Rumayso, 2020.
Ragwan M Al-Aydrus. Guide Book Ramadhan For Kids. Diakses di https://webicdn.com/sdirmember/25/24557/produk/guide%20book%20ramadhan.pdf pada 7 Maret 2022.

Author

Write A Comment