Alergi ialah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat yang memicu alergi atau yang disebut juga alergen. Kemudian sistem kekebalan tubuh akan menyerang zat pemicu alergi tersebut sehingga menyebabkan munculnya gejala-gejala pada tubuh.
Sekarang ini presentase angka alergi semakin meningkat seiring dengan perubahan pola hidup masyarakat modern yang menyumbang banyaknya polusi yang memungkinkan menjadi penyebab suatu alergi.

Macam-macam Alergi Pada Anak
Kesadaran masyarakat terhadap penyakit alergi saat ini relatif masih rendah. Banyak yang menganggap alergi hanyalah penyakit biasa, padahal alergi dapat menimbulkan ancaman lebih besar bila dibiarkan dan tidak ditangani dengan cepat. Apalagi jika alergi tersebut menimpa pada anak-anak, pertumbuhan mereka bisa terganggu karena harus menghindari makanan atau hal-hal yang menjadi pemicu alergi. Oleh karena itu, mari kenali macam-macam alergi yang bisa terjadi anak-anak. Berikut adalah beberapa alergi yang biasa dirasakan oleh anak:
Alergi Makanan
Makanan merupakan zat yang sangat diperlukan oleh anak pada masa pertumbuhan. jika seorang anak memiliki alergi pada makanan, maka hal ini bisa menjadi masalah untuk pertumbuhan anak ke depannya, terutama jika alergi tersebut berkaitan dengan bahan makanan utama yang diperlukan pada proses tumbuh kembangnya.
Sebenarnya, semua makanan bisa menimbulkan reaksi alergi pada anak, tetapi antara makanan yang satu dan makanan yang lain mempunyai derajat alergenitas atau zat pemicu alergi yang berbeda. Beberapa jenis makanan yang paling sering menimbulkan alergi di antaranya yaitu susu sapi/kambing, telur, kacang-kacangan, ikan laut, kedelai, dan gandum.
Alergi Pada Kulit
- Dermatitis Atopik (Eksim)
Dermatis atopik adalah penyakit alergi pada kulit yang sering pertama kali diderita bayi. Masalah yang dihadapi anak yaitu rasa gatal yang menyebabkan anak menjadi rewel. Gejala dermatitis atopik berbeda di setiap umur.
Pada bayi gejala yang muncul berupa kulit bersisik, kemerahan di pipi, kulit kepala, leher, punggung, lengan, serta bagian depan tungkai dan badan. Bayi terlihat cengeng dan rewel karena merasa gatal.
Pada anak yang lebih besar gejala yang muncul berbentuk lebih kering dan bersisik, biasanya terletak di lipatan, seperti lipat lutut dan siku, pergelangan tangan dan kaki, serta leher bagian tepi.
- Urtikaria (Biduran)
Biduran merupakan salah satu bentuk alergi yang ditandai dengan adanya bentol kemerahan yang diserta rasa gatal, dapat berlangsung dalam waktu singkat, beberapa jam, hari, minggu, bulan, bahkan tahunan. Urtikaria atau biduran dibedakan menjadi dua yaitu urtikaria akut yang dapat menghilang tanpa pengobatan dalam waktu beberapa menit atau hari, paling lama bisa sampai enam minggu. Kedua, urtikaria kronis atau menahun, namun jenis ini jarang terjadi pada anak dan penyebabnya pun sulit untuk diketahui.
Pencetus alergi ini bisa berasal dari makanan, debu, udara dingin, jamur di udara, dan lain-lain. Akan tetapi ada juga urtikaria yang disebabkan bukan karena alergi, di antaranya yaitu disebabkan oleh goresan kulit.
Alergi Pada Saluran Pernapasan
- Asma
Asma merupakan salah satu bentuk alergi yang mengenai saluran pernapasan bagian bawah. Asma menimbulkan gejala sesak napas dan kekurangan oksigen akibat penyempitan saluran napas disertai dengan peradangan. Munculnya asma biasanya terjadi karena respon terhadap lingkungan, seperti udara dingin, debu, asap rokok, kerja fisik, serta mencium bau yang terlalu kuat dan lain-lain.
Gejala yang paling terlihat dari asma adalah wheezing yaitu bunyi napas “ngik-ngik”. Jika anak sudah didiagnosis terkena asma, maka lakukanlah penanganan sebaik mungkin karena bisa berdampak pada tumbuh kembangnya di kemudian hari.
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh orang tua yaitu menghindarkan sang anak dari pemicu alergi, antara lain menghindari debu, bulu binatang peliharaan, serbuk bunga, jamur di udara lembab, asap rokok dan pemicu yang lainnya. Kedua, lakukan kontrol secara teratur ke dokter untuk menilai gejala kliniis serta fungsi paru-paru. Sehingga nantinya bisa diberikan terapi yang tepat untuk penyembuhan.
- Rinitis Alergik (Pilek Alergik)
Rinitis alergik merupakan salah satu manifestasi alergik yang mengenai hidung. Biasanya baru ditemukan pada anak berusia di atas 4-5 tahun dan angka kejadiannya meningkat secara progresif dan mencapai 10-15 persen pada usia dewasa. Pada anak, gejala rinitis alergik dapat berupa rinosinusitis pilek disertai gangguan sinus atau rongga udara sekitar hidung yang berulang, peradangan kelenjar adenoid di belakang hidung, peradangan liang telinga tengah, dan tonsilitas atau peradangan kelenjar amandel.
Gejala rinitis alergik dapat berupa rasa gatal di hidung dan mata, bersin, cairan dari hidung, hidung tersumbat, dan bernapas melalui hidung. Gejala lain yang mungkin muncul yaitu suara sengau, gangguan penciuman dan pengecapan, dan gejala sinusitas.
Alergi Obat
Alergi obat merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh terhadap bahan obat atau metabolit obat yang terjadi selama atau setelah pemakaian obat. Reaksi alergi obat harus dicurigai pada pasien yang mengalami gejala di kulit, seperti biduran, kemerahan yang disertai rasa gatal, atau bengkak di kelopak mata, dan bibir mendadak bengkak setelah mengonsumsi obat tertentu.
Alergi obat pada anak lebih jarang terjadi dibandingkan pada orang dewasa, tetapi sering menimbulkan kesulitan karena mirip dengan gejala alergi lain.
Jenis obat yang sering menjadi penyebab alergi adalah golongan penisilin, sulfa, salisilat, dan pirazolon. Selain itu obat lain yang juga sering menimbulkan gejala alergi adalah analgetik lain (asam mefenamat), sedatif (terutamaluminal), transkuilizer (fenotiazin, fenergan, klorpromazin, meprobamat)dan antikonvulsan (dilantin, mesantoin, tridion).
Jika terjadi reaksi alergi pada anak, jangan ragu membawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk mengetahui penyebab terjadinya alergi dan mendapatkan penangan yang tepat.
Referensi:
Munasir, Zakiudin. Mengenal Alergi Pada Anak: Petunjuk Praktis Mengenai Alergi Pada Anak untuk Awam dan Kalangan Medis Anak. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara, 2016.
Siregar, Sjawitri P. “Alergi Makanan Pada Bayi dan Anak”. Sari Pediatri. Vol. 3. No. 3, 2001.