Sahur adalah makan dan minum yang dilakukan oleh orang-orang yang akan berpuasa pada waktu sebelum subuh. Makan sahur merupakan bagian dari sunnah yang baik untuk dikerjakan, Rasulullah saw pernah bersabda: “Makan sahurlah, karena sahur itu barakah.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Seperti yang disebutkan hadis di atas, makan sahur memiliki keberkahan sehingga sebisa mungkin jangan ditinggalkan. Makanlah sesuatu meski sedikit atau teguklah air putih jika bangunnya kesiangan atau karena sengaja sahur dengan air putih saja.


Rasulullah saw. dalam hadits yang lainnya memberitahu bahwa: “Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad)

Baca Juga: Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh

Keutamaan Makan Sahur


Ada alasan tersendiri mengapa sahur itu sangat dianjurkan, yaitu karena sahur memiliki keutamaan-keutamaan, di antaranya yaitu:

  • Dalam sahur terdapat barakah;
  • Pujian Allah dan doa para malaikat terhadap orang-orang yang makan sahur;
  • Menyelisihi puasanya ahlul kitab.


Rasulullah saw. telah bersabda: “Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab terletak pada makan sahur.” (HR. Muslim)

https://unsplash.com

Sebaik-baik Makanan untuk Sahur


Rasulullah saw. Bersabda: “Sebaik-baik makanan sahur seorang mukmin adalah tamr.” (HR. Abu Dawud)


Tamr ialah kurma kering yang telah masak dan berwarna coklat tua (sebagaimana umum dijual di pasaran). Tamr memiliki kandungan gula dan gizi yang sangat baik untuk menambah energi, sehingga tamr dianjurkan untuk dikonsumsi ketika sahur.


Ibnu Qoyyim al-Jauziyah mengatakan bahwa kurma mengandung gizi yang mengenyangkan dan dibutuhkan tubuh karena kandungan unsur panas dan lembab. Bila dikunyah dan ditelan, bisa pula membunuh cacing dan juga menambah energi. Selain buah, kurma juga dijadikan sebagai makanan, obat, minuman, sekaligus gula-gula yang bermanfaat bagi jantung dan tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Mengakhirkan Sahur


Makan sahur disunnahkan untuk diakhirkan hingga mendekati waktu shubuh. Dari Abu Zar Al-Ghifari ra. dengan riwayat marfu’: ”Umatku masih dalam kebaikan selama mendahulukan buka puasa dan mengakhirkan sahur.” (HR. Ahmad)


Sebenarnya makan sahur saat dini hari seperti pukul 02.00 boleh-boleh saja dan tidak dilarang, tetapi hal tersebut kurang baik dilakukan. Sebab, Rasulullah Saw. mempraktikkan makan sahur yaitu berlomba-lomba dengan datangnya waktu fajar. Rasulullah Saw. menegaskan bahwa salah satu hikmah makan sahur yaitu agar puasa kita di siang harinya semakin tahan dan kuat.


“Mintalah bantuan dengan menyantap makan sahur agar kuat puasa di siang hari. Dan mintalah bantuan dengan tidur sejenak siang agar kuat shalat malam.” (HR. Ibnu Majah)


Oleh karena itu, supaya jeda dari makan sahur dan shalat subuh tidak terlalu lama, maka tidak dianjurkan makan sahur terlalu awal sejak dini hari. Sebab, hal tersebut akan menyebabkan waktu berpuasa menjadi lama, dan dikhawatirkan akan membuat lelah di siang hari karena energi yang tersimpan sudah mulai menipis.

Referensi
Al Jauzza’, Al Akh Al Fadhil Abu. Ringkasan Hukum-hukum Puasa. Diakses di https://scholar.google.co.id/scholar?start=10&q=makan+sahur+keutamaan&hl=id&as_sdt=0,5#d=gs_qabs&u=%23p%3D_e7L4c_IhvoJ pada 23 Maret 2022.
Hidayah, Nurul. “Keutamaan Makan Sahur dengan Tamar (Kurma): Kajian Kontekstual Hadist Abu Dawud”. Dinamika. Volume 1. Nomor 1, 2016.
Mahadhir, Muhammad Saiyid. Bekal Ramadhan & Idul Fithri (2): Niat dan Imsak. Jakarta: Rumah Fiqh Publishing, 2019.
Zarkasih, Ahmad. Bekal Ramadhan. Jakarta: Rumah Fiqh Publishing, 2020.

Write A Comment