Setelah selesainya kegiatan Kajian Islam Instensif (KII) pada hari Jumat (18/03/2022) karyawan Sygma Daya Insani (SDI) pusat melanjutkan kegiatan berikutnya, yaitu Reading Day. Kegiatan ini, merupakan kegiatan yang diusung sebagai budaya kerja di lingkungan Sygma Daya Insani (SDI) . Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin membaca buku-buku yang di terbitkan oleh Sygma Daya Insani (SDI) . Banyak sekali manfaat yang diambil dari kegiatan ini yaitu meningkatkan minat baca para karyawan, menambah wawasan seputar sirah dan menjalin kedekatan antar karyawan.




Buku yang kami baca adalah buku yang baru saja Sygma Daya Insani (SDI) luncurkan. Buku apakah itu? Buku Mumtasz (Muhammad Teladan Sepanjang Zaman). Yap…jika kita melihat judul buku ini menceritakan tentang kisah hidup manusia mulia yang menuntun manusia dari kegelapan menuju cahaya islam ialah Nabi Muhammad saw.
Kegiatan Reading Day kali ini dipandu oleh Kang Irfan yang dimulai dengan membaca buku dari jilid ke-1 Mumtasz yang berjudul “Estafeta Risalah Islam”. Para karyawan membaca dengan cara bergantian. Selama kegiatan berlangsung, banyak sekali kisah yang menarik dan membuat tercengang dengan perjalanan hidup para Nabi yang tidak nyaman dan dan tidak mudah. Namun penyikapan dari para Nabi ini lah menjadi sorotan, begitu luar biasanya dengan banyaknya ujian yang Allah hadirkan tidak menyurutkan keimanan malah semakin bertambah dan semakin berserah diri atas takdir yang Allah berikan.
Untuk menambah motivasi para karyawan dalam menyimak dan memahami isi dari buku yang dibaca, kegiatan diakhiri dengan kuis yang diberi nama Kusir (Kuis sirah). Selain menambah motivasi, Kusir ini juga menambah keseruan kegiatan Reading Day kali ini.
Dengan adanya kegiatan Reading day ini, bacaan sirah menjadi semakin menarik terutama Sirah Nabawiyah. Serta dapat menambah hikmat dalam membaca Al Quran seperti dikutip dari Gensa yang mengatakan:
“Sirah Nabawiyah adalah penjelasan dari banyak sekali ayat-ayat AL Quran. Seseorang yang suka dengan sejarah hidup Rasulullahﷺ dan sahabat-sahabatnya akan membaca Al-Quran lebih menjiwai, seolah-olah dia melihat langsung saat-saat dimana ayat itu turun.”